Perempuan di Garda Demokrasi: Parmas Insight Chapter #5 Dorong Kepemimpinan Perempuan dalam Pilkada
Pemilih Parmas Insight Chapter #5 kembali menjadi ruang dialog yang inspiratif dengan mengangkat tema “Perempuan dan Partisipasi Politik dalam Pilkada (Ruang Partisipasi dan Kepemimpinan Perempuan)”. Kegiatan ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai peran strategis perempuan dalam memperkuat kualitas demokrasi lokal, khususnya dalam konteks penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah.
Forum ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas, tidak hanya bagi penyelenggara pemilu, tetapi juga bagi masyarakat yang peduli terhadap peningkatan partisipasi politik perempuan. Di tengah dinamika demokrasi lokal, kehadiran perempuan dalam ruang politik dinilai semakin penting untuk menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Diskusi menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman langsung dalam pengelolaan pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat. Rieke Rahayu, Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Garut, memaparkan pentingnya membangun kesadaran politik perempuan sejak dini. Ia menekankan bahwa partisipasi perempuan tidak boleh berhenti pada penggunaan hak pilih semata, tetapi juga harus diperluas pada peran-peran strategis, baik sebagai pemimpin, penggerak komunitas, maupun pengawas demokrasi di tingkat lokal.
Sementara itu, Darma Djuifri, Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Bogor, menyoroti tantangan struktural dan kultural yang masih dihadapi perempuan dalam politik. Menurutnya, pendidikan politik yang berkelanjutan dan ruang partisipasi yang aman menjadi kunci untuk mendorong keterlibatan perempuan secara lebih aktif dan berkelanjutan dalam Pilkada. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan partisipasi perempuan akan berdampak langsung pada kualitas kepemimpinan daerah yang lebih representatif.
Melalui dialog yang interaktif, peserta diajak menggali berbagai praktik baik, pengalaman lapangan, serta strategi yang dapat diterapkan untuk memperluas ruang kepemimpinan perempuan. Diskusi ini juga menegaskan bahwa demokrasi yang kuat tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan setara antara laki-laki dan perempuan dalam seluruh proses politik.
Kegiatan Parmas Insight Chapter #5 ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan membuka wawasan bahwa partisipasi perempuan bukan sekadar isu kesetaraan, melainkan fondasi penting bagi demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya peran perempuan dalam Pilkada, diharapkan lahir kebijakan publik yang lebih inklusif serta proses demokrasi yang semakin dipercaya.
Melalui forum ini, komitmen untuk terus mendorong partisipasi dan kepemimpinan perempuan ditegaskan sebagai bagian integral dari upaya memperkuat demokrasi lokal yang adil, partisipatif, dan bermartabat.