Berita Terkini

379

Gelar Rapat Pleno DPB Triwulan III Tahun 2021, KPU Kabupaten Sukabumi tetapkan 1.894.011 Pemilih

KPU Kabupaten Sukabumi kembali mengelar Rapat Pleno Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan III Tahun 2021. Rapat Pleno diselenggarakan secara daring menggunakan Aplikasi Zoom Meeting. Rapat ini dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten dan Anggota KPU Kabupaten Sukabumi, Kepala Sub Bagian Hukum serta Operator Data Pemilih. Undangan kepada Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Polresta Sukabumi, Polres Sukabumi, Kodim 0607 Sukabumi, Kodim 0622 Sukabumi, Disdukcapil Kab. Sukabumi serta Parpol Tk. Kabupaten Sukabumi. Kamis (30/09/2021). Rapat pleno dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman, S.H. Selanjutnya Kadiv Data dan Informasi Ayi Saepudin S.Pt., S.Kom menyampaikan bahwa KPU Kabupaten Sukabumi telah menyelesaikan Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III Tahun 2021. “Dalam rapat pleno internal hari ini tanggal 30 September 2021, KPU Kabupaten Sukabumi telah menetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan III Tahun 2021 sebanyak 1.894.011 Pemilih”. Ucapnya Ayi juga menyebut terdapat penambahan jumlah pemilih Triwulan III Tahun 2021 sebanyak 27.504 pemilih dibandingkan dengan DPB Triwulan II Tahun 2021 dengan rincian penambahan data dari domisili masuk sebanyak 5.814 pemilih, pengurangan data berasal dari domisili keluar sebanyak 2.599 pemilih dan meninggal 169 pemilih. Kegiatan rakor pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini dilaksanakan Berdasarkan Surat Edaran Ketua KPU RI Nomor: 366/PL.02-SD/01/KPU/IV/2021 tanggal 21 April 2021 Perihal Perubahan Surat Ketua Nomor 132/PL.02-SD/01/KPU/II/2021 Perihal Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021. Hasil Rapat Pleno dituangkan dalam Berita Acara Nomor: 031/PL.02.1/ 3202/2021 Tentang Rapat Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021 Periode Triwulan III Tahun 2021. Dengan jumlah pemilih sebanyak 1.894.011 (Satu Tuta Delapan Ratus Sembilan Puluh Empat Ribu Sebelas) Pemilih dengan rincian pemilih Laki-Laki berjumlah 960.241 (Sembilan Ratus Enam Puluh Ribu Dua Ratus Empat Puluh Satu) pemilih dan pemilih Perempuan berjumlah 933.770 (Sembilan Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu Tujuh Ratus Tujuh Puluh) pemilih, tersebar di 47 (Empat Puluh Tujuh) Kecamatan dan 386 (Tiga Ratus Delapan Puluh Enam) Desa/Kelurahan. Selanjutnya Salinan BA Pleno Penetapan DPB Triwulan III Tahun 2021 diserahkan kemudian kepada undangan.


Selengkapnya
395

KPU Kabupaten Sukabumi menggelar Webinar Dengan Tema "Refleksi Kampanye Pemilihan Di Tengah Pandemi Covid-19 Dan Forecasting Kampanye Pemilu/Pemilihan 2024"

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi menggelar Webinar Pendidikan Pemilih Dengan Tema "Refleksi Kampanye Pemilihan Di Tengah Pandemi Covid-19 Dan Forecasting Kampanye Pemilu/Pemilihan 2024. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman dengan narasumber yaitu Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Dr. H. Idham Holik, M.Si dan Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Teguh Haryanto, M.Pd dengan moderator Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi Meri Sariningsih, MM.,  Kamis (30/09/2021). Webinar ini diikuti oleh Anggota KPU Se-Jawa Barat dan Anggota KPU di luar Jawa Barat dan juga peserta umum yang berasal dari berbagai latar belakang seperti pegiat, akademisi, pemertahi dan peserta umum lainnya. Webinar ini membahas strategi manajemen kampanye dan pengawasan kampanye pada pemilihan Kepala Daerah Tahun  2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi covid19 dan sebagai evaluasi untuk perbaikan pada Pemilu dan Pemilihan pada tahun 2024 jika kondisi pandemi Covid 19 belum berakhir.


Selengkapnya
396

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Muhammadiyah Sukabumi dengan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukabumi tentang Kerjasama Pendidikan Pemilih Berkelanjutan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) terkait Kerjasama Pendidikan Pemilih Berkelanjutan.  Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, bertempat dikampus UMMI, Jumat (01/10/2021).  Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman, SH., Kadiv Sosdiklih dan Parmas Meri Sariningsih, S.Pd.I., MM. dan Kadiv Data dan Informasi H. Ayi Saepudin., S.Pt., S.Kom serta Kasubbag Hukum Rozalinda Erita, SH.  Dari pihak UMMI  acara dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabum Dr. Sakti Alamsyah, M.Pd i, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Akreditasi Dr. Yuni Sri Wahyuni, ST., M.T., IPP. , Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Kepegawaian dan Umum Dr. Dra. Ike Rachmawati, M.Si.,  Sekretaris Lembaga Kerjasama dan Hubungan Internasional (LKHI) Universitas Muhammadiyah Sukabumi Dr. Fenty Sukmawaty, M.Hum. Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama dalam rangka pengembangan institusi dan peningkatan kualitas pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan, serta memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi untuk mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Nota Kesepahaman ini bertujuan selain untuk melaksanakan kegiatan bidang penerapan pengetahuan, penelitian dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, kuliah lapangan dan kuliah kerja nyata untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, juga untuk mengoptimalkan pelaksanaan sosialisasi dan Pendidikan pemilih kepada masyarakat secara berkesinambungan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat. Sementara itu ruang lingkup kerjasama ini meliputi bidang pertukaran informasi, kajian akademik terkait kepemiluan, edukasi kepemiluan, penelitian terkait kepemiluan, pengabdian kepada masyarakat terkait kepemiluan, Resources sharing dalam bentuk penempatan mahasiswa magang, serta bidang-bidang lain yang dianggap perlu dan disepakati Para Pihak sebagai penjabaran Nota Kesepahaman tersebut.


Selengkapnya
393

Rapat Koordinasi Dengan Perguruan Tinggi Se-Kabupaten Sukabumi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi melaksanakan Rapat Koordinasi Dengan Perguruan Tinggi se-Kabupaten Sukabumi Terkait pendidikan pemilih. Narasumber pada kegiatan ini adalah Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Dr. H. Idham Holik, M.Si dengan moderator Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi Meri Sariningsih, MM.,  Jumat (24/09/2021). Membuka acara pada kegiatan ini Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman, S.H dengan dihadiri oleh Anggota KPU Kabupaten Sukabumi dan Jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Sukabumi beserta perwakilan dari 9 Perguruan Tinggi se-Kabupaten Sukabumi. Ferry mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya Rakor ini adalah untuk membangun demokrasi dan partisipasi politik khususnya di Kabupaten Sukabumi. “KPU Kabupaten Sukabumi tidak bisa bekerja sendiri untuk membangun demokrasi di kabupaten Sukabumi untuk itu perlu adanya dorongan dan support Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi menjadi lembaga strategis yang sangat membantu untuk meningkatkan kapasitas demokrasi di sukabumi, dengan tingkat intelektual para akademisi menjadi modal untuk membangun kesadaran Masyarakat dalam berdemokrasi dan pentingnya memilih pemimpin dalam perhelatan pemilu / pemilihan”, Ucapnya. Selanjutnya Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi Divisi SDM dan Parmas Meri Sariningsih mengatakan pada perhelatan Pilkada Sukabumi Tahun 2020, Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Sukabumi menjadi yang terendah dari 8 Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan pemilihan Tahun 2020. “Rakor ini menjadi bahan evaluasi, dengan adanya kolaborasi dengan berbagai Lembaga termasuk Perguruan Tinggi, kami berharap kedepan partisipasi akan meningkat”, Ungkapnya. Idham Holik menekankan bahwa Rakor ini sangat penting dan memiliki nilai strategis untuk kemajuan demokrasi di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Sukabumi. Idham mengatakan “pemilu merupakan hal yang sangat subtansial dan urgent dalam keberlangsungan pemerintahan pada periode selanjutnya, dan tidak hanya itu penyelenggaraan pemilu menjadi indikator berdemokrasi dalam suatu negara”. Pemilu merupakan pesta rakyat maka kolaborasi atau kerjasama menjadi prinsip utama untuk mewujudkan hal tersebut. Adanya kerjasama dengan Perguruan Tinggi diharapkan dapat meningkatkan literasi kepemiluan khususnya bagi pemilih muda dan target partisipasi pemilih dapat terpenuhi. Tindak lanjut dari Rapat Koordinasi ini akan dilakukan pendatanganan MOU pendidikan pemilih dengan Perguruan Tinggi Se-Kabupaten Sukabumi.


Selengkapnya
396

Desa Dengan Partisipasi Terendah Keempat Se-Kabupaten Sukabumi, KPU Kabupaten Sukabumi Sosialisasikan Pendidikan Pemilih Di Desa Langkapjaya Kecamatan Lengkong

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi melaksanakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih kepada Daerah Partisipasi Rendah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bertempat di aula desa Langkapjaya Kecamatan Lengkong, Rabu (22/09/2021). Kegiatan dibuka oleh Kadiv Hukum dan Pengawasan Hamdan Safari mewakili Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman yang berhalangan hadir. Dengan narasumber narasumber Divisi SDM dan Parmas Meri Sariningsih didampingi Kasubbag Teknis dan Hupmas Yayan Suryana, Camat Lengkong Usep Supelita dan Kades Langkapjaya Mimin Mintarsih dengan diikuti 20 orang peserta terdiri dari Aparat Desa dan Tokoh Masyarakat. Menurut Meri, Dari 6 Desa dikecamatan Lengkong hanya 1 Desa dengan tingkat partisipasi diatas 60 persen dimana Desa Langkapjaya menjadi desa dengan tingkat partisipasi terendah se-Kecamatan dan terendah Kempat se-Kabupaten Sukabumi dengan tingkat partisipasi hanya 44,77 persen. "Di Desa Langkapjaya dari jumlah total pemilih 4.358, pengguna hak pilih hanya 2.024, jadi tingkat partisipasinya hanya 46,44 persen," ujarnya. “Tidak hanya Desa Langkapjaya dua desa lainnya pun masuk ranking 10 besar partisipasi terendah yaitu Desa Neglasari dan Desa Tegalega”, pungkasnya. Kades Karang Anyar Mimin mengatakan sebab utama rendahnya partisipasi di Desa Karang Anyar secara khusus dikarenakan kurangnya sosialisasi kepemiluan didesa ini, hal ini dapat dimaklum karena memang lokasi desa yang cukup terpencil. “Masyarat kesulitan untuk datang ke TPS karena kondisi jalan setepak yang juga jauh menuju lokasi TPS, tidak hanya itu cuaca buruk pada saat pemilihan tidak memungkinkan pemilih datang ke TPS”, ungkapnya Masih menurut Mimin selain bekerja diladang mayoritas masyarakat juga merantau dan bekerja luar daerah. “Mimin berharap kedepan partisipasi pemilih dapat meningkat dengan adanya sosialisasi pemilih ini, mimin juga menghimbau jajaran agar bahu membahu mensosialisasikan pentingnya memilih kepada daerah”. Ujarnya. Berikutnya Camat Lengkong Usep menjelaskan esensi dari pilkada adalah sukses tanpa ekses. “Alhamdulillah di Desa Langkapjaya Kecamatan Lengkong tidak ada permasalahan setelah pemilihan, akan tetapi kesuksesan ini juga harus dibarengi dengan peningkatan partisipasi”, Ujarnya Menurut Usep, PPK dikecamatan lengkong beserta PPS langkapjaya telah semaksimal mungkin melakukan sosialisasi bahkan dengan anggaran yang tidak tersedia, akan tetapi seperti yang dikatakan Ibu Kades banyak sekali kendala-kendala terutama waktu itu karena cuaca ekstrim yang tidak memungkinkan untuk datang ke TPS yang jauh dari pemukiman. Menurut salah satu peserta kegiatan, “yang terpenting adalah KPU bisa menambahkan TPS sebanyak mungkin karena yang terjadi sekarang TPS sangat jauh dari pemukiman hal ini penyebab utama pemilih enggan untuk datang ke TPS, mudah-mudahan keluhan-keluhan dapat diakomodir oleh KPU”, ujarnya.


Selengkapnya
408

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Di Desa Karang Anyar Kecamatan Jampang Kulon

KPU Kabupaten Sukabumi Sosialisasikan Pendidikan Pemilih Daerah Partisipasi Terendah Kedua Di Desa Karang Anyar Kecamatan Jampang Kulon. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi melaksanakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih kepada Daerah Partisipasi Rendah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bertempat di aula Karang Anyar Kecamatan Jampang Kulon, Rabu (15/09/2021). Kegiatan dibuka oleh Kadiv Hukum dan Pengawasan Hamdan Safari mewakili Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman yang berhalangan hadir. Dengan narasumber dengan narasumber Divisi SDM dan Parmas Meri Sariningsih didampingi Kasubbag Teknis dan Hupmas Yayan Suryana, Camat Jampang Kulon Yayan Mulya Suryana dan Kades Karang Anyar Rustiawan dengan diikuti 20 orang peserta terdiri dari Aparat Desa dan Tokoh Masyarakat. Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi Divisi SDM dan Parmas Meri Sariningsih mengatakan sesuai Basis data yang dimiliki KPU Kabupaten Sukabumi, dari 386 Desa/Kelurahan di Kabupaten Sukabumi, Desa Karang Anyar Kecamatan Jampang Kulon tercatat memiliki partisipasi terendah kedua di Pilkada Kabupaten Sukabumi tahun 2020. Menurut Meri, Dari 11 Desa dikecamatan Jampang Kulon terdapat 7 Desa dengan tingkat partisipasi rendah dibawah 60 persen dimana Desa Karang Anyar menjadi desa dengan tingkat partisipasi terendah se-Kecamatan dan terendah Kedua se-Kabupaten Sukabumi dengan tingkat partisipasi hanya 44,77 persen. "Di Desa Karang Anyar dari jumlah total pemilih 2.236, pengguna hak pilih hanya 1.001, jadi tingkat partisipasinya hanya 44,77 persen," ujarnya. Kades Karang Anyar mengatakan sebab utama rendahnya partisipasi di Desa Karang Anyar secara khusus dikarenakan lokasi kampung terpencil, selain itu mayoritas pemilih berkerja sebagai petani diladang dimana lokasinya berada dipegunungan serta jauh dari lokasi TPS sehingga menyulitkan pemilih untuk datang ke TPS. “Pemilih juga merasa jenuh mengikuti pemilu yang mana hasil dari pemilihan tidak terlalu berdampak terhadap kualitas kehidupan didesa Karang Anyar sehingga pemilih lebih suka untuk bekerja diladang dari pada harus datang ke TPS”, ungkapnya. Camat Jampangkulon menjelaskan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan berikutnya menyarankan kepada KPU Kabupaten Sukabumi agar menambah jumlah TPS sehingga akses menuju TPS menjadi lebih mudah dan dekat. “Perlu adanya sosialisasi secara masiv baik oleh penyelenggara pemilu dan juga partai politik peserta pemilihan sehingga menarik minat masyarakat untuk memilih”, pungkasnya.


Selengkapnya